Roti Buaya di Jakarta Selatan – Tidaklah sulit ditemukan karena dengan mengunjungi website pesanrotibuaya.com anda sudah mendapatkan roti buaya sesuai dengan keinginan anda. Disini anda akan mendapatkan roti buaya dengan kualitas premium dengan adonan roti yang lembut dipadu dengan rasa yang gurih. Roti buaya selalu identik dengan pernikahan khas Betawi di Jakarta. Roti buaya merupakan menu wajib ada karena memiliki filosofi penting dalam sebuah pernikahan. Berikut ini alasan mengapa buaya dijadikan simbol dalam sebuah pernikahan adat Betawi.  

Roti Buaya di Jakarta Selatan

Makna Kesetiaan

Awalnya banyak yang ragu mengapa buaya identik dengan kesetiaan padahal sebagai orang Indonesia tentunya paham dengan istilah buaya darat yang memiliki makna negatif di tengah masyarakat. Buaya darat dianggap sebagai lelaki yang tidak memiliki kesetiaan. Lantas mengapa makna kesetiaan masih dihubungkan dengan buaya? Jawabannya karena buaya hanya memiliki satu pasangan selama hidupnya. dalam beberapa penelitian menyebutkan bahwa buaya tidak akan kawin lagi jika sudah menemukan buaya betina yang menjadi bakal ibu dari anak-anaknya. Bahkan buaya termasuk ke dalam hewan yang paling setia terhadap pasangannya.

Makna Kesabaran

Dalam roti buaya di Jakarta Selatan juga memiliki tanda sebuah kesabaran dalam diri hewan buaya.kesabaran buaya tak perlu diragukan lagi karena buaya bisa menunggu hingga seharian hanya untuk mengawasi mangsanya. Buaya jantan juga dengan sabar mendekati buaya betina untuk meyakinkannya agar bisa dikawini. Kesabaran yang dimiliki buaya ini yang disimbolkan dalam sebuah roti buaya agar dalam menjalani kehidupan rumah tangga senantiasa dipenuhi rasa sabar terhadap pasangannya. Sudah banyak rumah tangga yang harus berakhir lebih cepat karena kurangnya kesabaran dalam menghadapi masalah berdua.

Makna Keuletan

Buaya juga terkenal ulet dalam hidupnya. Buaya termasuk predator yang cerdas dalam mengambil keputusan untuk melindungi dirinya. Keuletannya dalam bertahan hidup patut menjadi contoh yang baik dalam kehidupan manusia yang harus selalu tegak dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan. Untuk hidup berumah tangga diperlukan sebuah tekad untuk menghadapi segala konsekuensi kehidupan. Tak sedikit orang yang tak mampu bertahan dalam mengarungi bahtera rumah tangga karena kurang ulet dalam menghadapi masalahnya. Oleh karena itulah buaya juga bisa dilambangkan sebagai kehidupan yang ulet dalam rumah tangga untuk menghadapi segala macam cobaan yang menerpa.  

Makna Perlindungan

Buaya juga terkenal agresif dalam melindungi telurnya bahkan bisa merasakan kehadiran pemangsa dari jarak jauh yang akan mengganggu anaknya. Buaya memiliki insting yang tajam dan galak untuk melindungi bagian terkasihnya. Oleh karena itulah buaya juga dijadikan simbol perlindungan yang tak ada putus asanya untuk membela yang tersayang. Buaya sendiri merupakan predator yang aktif dan pekerja keras dalam mencari mangsa hingga tak kenal waktu baik siang maupun malam tetap gigih berburu mangsanya. Buaya juga akan terjaga sepanjang malam untuk melindungi telur-telurnya.

Makna Keteguhan

Buaya juga dikenal sebagai hewan yang memiliki struktur yang sangat tangguh dengan kulit luar yang tebal dan keras. Oleh karena itulah pada awalnya roti buaya dibuat dengan tekstur yang keras karena zaman dahulu roti buaya tidak untuk dimakan akan tetapi dibiarkan sampai membusuk untuk melambangkan keteguhan pernikahan yang bisa bertahan hingga akhir hayat. Kembali ke kulit luar buaya yang tebal dan keras menunjukkan bahwa hewan tersebut mampu hidup dalam kondisi apapun baik ketika ada badai menerjang maupun ketika tidak ada air di sekitarnya. Keteguhan buaya inilah yang membuatnya menjadi simbol pernikahan yang tertuang pada roti buaya di Jakarta Selatan.

Sending
User Rating 5 (4 votes)